Daftar Tamu

Strip kode cbox sobat

close

Jumat, 29 April 2016

290416 "Pidato Sunda Tema Isra Mi'raj

PIDATO ISRA MIRAJ

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirobbil ngalamin washolatu wassalamu ngala asrofil ambiyai walmursalin waala alihi wasohbihi ajmangin ammabadu.

CERITA RAKYAT "dari jawa barat sangkuriang"

CERITA RAKYAT
SANGKURING


Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXfA5CH0ijkmcxZTONGuxxFCoOVWmr7tHfoGlFyns17wBWkKw1P3cGAN2t_eYdF4Faxy_scuQedbBxLdk0FOcq5orQRt_8liMdrDmmcWWu8__B-tYAkeDgxmP9l9QILlbMVxkbxB518zk/s1600/depag.png
KELAS
VII – F
Disusun Oleh :
DESSY MARIE YANNY





MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 1 ( MTsN)
CIAMIS
2016

Jumat, 22 April 2016

Kasus sengketa pulau sipadan dan lingitan

KASUS SENGKETA PULAU SIPADAN DAN LINGITAN

Pulau Sipadan dan Lingitan merupakan objek sengketa internasional antara Indonesia
dan Malaysia. Pulau Sipadan dengan luas 10,4 ha terletak 15 mil laut (sekitar 24 km) dari pantai
Sabah Malaysia dan 40 mil laut atau 64 km dari pulau Sebatik Indonesia. Sedangkan pulau
Lingitan dengan luas 7,9 ha terletak sekitar 21 mil laut atau sekitar 34 km dari pantai Sabah
Malaysia dan 57,6 mil laut atau 93 km dari pulau Sebatik Indonesia.
Persengketaan antara Indonesia dan Malaysia mencuat pada tahun 1973 ketika dalam
pertemuan teknis hukum laut antara kedua belah negara, masing masing negara ternyata
memasukkan pulau Sipadan dan Lingitan ke dalam batas-batas wilayahnya. Dengan temuan
tersebut Indonesia merasa berkepentingan untuk mengukuhkan pulau Sipadan dan Lingitan,
maka dicarilah dasar hukum dan fakta historis serta bukti lain yang dapat mendukung
kepemilikan dua pulau tersebut. Di saat yang sama Malaysia mengklaim bahwa dua pulau
tersebut merupakan miliknya sesuai peta unilateral 1979 Malaysia, serta mengemukakan
sejumlah dalil, alasan dan fakta. Namun kedua belah pihak untuk sementara sepakat
mengatakan dua pulau tersebut dalam “status quo” dan pada tahun 1989 masalah pulau Sipadan
dan Lingitan mulai dibicarakan kembali oleh dua belah negara.

Sisindiran berbahasa sunda

1. Rarakitan
Rarakitan adalah salah satu bentuk sisindiran yang dibentuk oleh cangkang(sampiran) dan
eusi (isi). Hubungan antara cangkang dan isi harus satu suara serta sama purwakanti dalam setiap
akhirannya.
Rarakitan merupakan sisindiran yang terdiri dari sampiran dan isi dengan jumlah yang
sama banyak dalam sebaitnya. Kata rarakitan sendiri mengandung arti seperti rakit atau
berpasangan (sarakit = sepasang). Disebut rarakitan karena kata pada awal baris bagian sampiran
diulangi atau dipergunakan lagi pada awal baris bagian isi
Rarakitan di dalam sisindiran adalah kawih ‘lagu’ yang sampiran dan isinya memiliki
kesamaan pada awal lariknya.

B.Inggris" LEGEND OF SITU BAGENDIT"

LEGEND OF SITU BAGENDIT

In the days of yore to the north of the city of arrowroot there is a village whose inhabitants are
mostly farmers. Because the land in the village is very fertile and is never short of water, the rice
fields they always produce rice that abound. But even so, the inhabitants of the village remains
poor shortcomings.
It was still a little dark and dew still hanging in the leaves, but the residents had rushed to their
fields. Today is the day of harvest. They will reap yellowed rice and sell it to a middleman
named Nyai Endit.
Nyai Endit is the richest man in the village. Her house is a luxury, rice granary very broad
because it should be enough to accommodate the rice bought from farmers in the village. Yes!
All farmers. And involuntary farmers that sell their crops to Nyai Endit.Mereka forced to sell all
their crops at low prices if you do not want to find the case with guard-watchman nyai Endit
errand. Then if the supply of rice they were exhausted, they must be purchased from the
housekeeper Endit with the rising prices.
"Oh yes fate when we change?" Said one farmer to his friend. "Do not hold me to live like this.
Why Well, God does not punish the usurer it? "

Cerpen Bhs.Inggris "TANGKUBAN PERAHU"

TANGKUBAN PERAHU
    


O
nce upon a time in west Java, Indonesia lived a wise king who had a beautiful daughter.   Her name was DayangSumbi.  She liked weaving very much.  Once she was weaving a cloth when one of her tool fell to the ground.  She was very tired at the time so she was too lazy to take it.  Then she just shouted outloud.
‘Anybody there?  Bring me my tool.  I will give you special present.  If you are female,  I will consider you as my sister.  If you are male, I will marry you
Suddenly a male dog, its name was Tumang, came.  He brought her the falling tool.  DayangSumbi was very surprised.  She regretted her words but she could not deny it.  So she had to marry Tumang and leave her father.  Then they lived in a small village.  Several months later they had a son.  His name was Sangkuriang.  He was a handsome and healthy boy.
Sangkuriang liked hunting very much.  He often went hunting to the wood using his arrow.  When he went hunting Tumang always with him.  In the past there were many deer in Java so Sangkuriang often hunted for deer.
One day  DayangSumbi wanted to have deer’s heart so she asked Sangkuriang to hunt for a deer.   Then Sangkuriang went to the wood with his arrow and his faithful dog Tumang.  But after several days in the wood Sangkuriang could not find any deer.  They were all disappeared.  Sangkuriang was exhausted and desperate.  He did not want to disappoint her mother so he killed Tumang.  He did not know that Tumang was his father.  At home he gave Tumang’s heart to her mother.
But DayangSumbi knew that it was Tumang’s heart.  She was so angry that she could not control her emotion.  She hit Sangkuriang at his head.  Sangkuriang was wounded.  There was  a scar in his head.    She also repelled her son.   Sangkuriang left her mother in sadness.
Many years passed and Sangkuriang became a strong young man.  He wandered  everywhere.     One day he arrived at his own village but he did not realized it.  There he met DayangSumbi.  At the time DayangSumbi was given an eternal beauty by God so she stayed young forever.  Both of them did not know each other.  So they fell in love and then they decided to marry.
But then DayangSumbi recognized a scar on his Sangkuriang’s head.  She knew that Sangkuriang was his son.  It was impossible for them to marry.  She told him but he did not believe her.  He wished that they marry soon.  So DayangSumbi gave a very difficult condition.  She wanted Sangkuriang to build a lake and a boat in one night!  She said she needed that for honeymoon.
Sangkuriang agreed.  With the help of genie and spirits Sangkuriang tried to build them.  By midnight he had finished  the lake by building a dam in Citarum river.  Then he started building the boat.  It was almost dawn when he nearly finished it.  Meanwhile DayangSumbi kept watching on them.  She was very worried when she knew this.  So she made lights in the east.  Then the spirits thought that it was already dawn.  It was time for them to leave.  They left Sangkuriang alone.  Without their help he could not finish the boat.
Sangkuriang was very angry.  He kicked the boat.  Then the boat turned out to be Mount TangkubanPerahu.  It means boat upside down.  From a distant it looks like a boat upside down.
Sekali waktu di Jawa barat, Indonesia tinggal seorang raja yang bijaksana yang memiliki seorang putri cantik. Namanya DayangSumbi. Dia menyukai tenun sangat banyak. Setelah dia menenun kain ketika salah satu alat nya jatuh ke tanah. Dia sangat lelah pada waktu itu sehingga dia terlalu malas untuk mengambilnya. Kemudian dia hanya berteriak outloud.
'Adakah orang di sana? Ambilkan alat saya. Saya akan memberikan hadiah khusus. Jika Anda perempuan, saya akan menganggap Anda sebagai adikku. Jika Anda laki-laki, aku akan menikahimu
Tiba-tiba seekor anjing jantan, namanya adalah Tumang, datang. Dia membawanya alat jatuh. DayangSumbi sangat terkejut. Dia menyesali kata-katanya, tapi dia tidak bisa menyangkalnya. Jadi dia harus menikah Tumang dan meninggalkan ayahnya. Kemudian mereka tinggal di sebuah desa kecil. Beberapa bulan kemudian mereka memiliki seorang putra. Namanya Sangkuriang. Dia adalah seorang anak laki-laki tampan dan sehat.
Sangkuriang menyukai berburu sangat banyak. Dia sering pergi berburu ke hutan menggunakan panahnya. Ketika ia pergi berburu Tumang selalu bersamanya. Di masa lalu ada banyak rusa di Jawa sehingga Sangkuriang sering diburu untuk rusa.
Suatu hari DayangSumbi ingin memiliki jantung rusa jadi dia meminta Sangkuriang berburu rusa. Kemudian Sangkuriang pergi ke kayu dengan panah dan anjing yang setia Tumang. Tapi setelah beberapa hari di hutan Sangkuriang tidak bisa menemukan rusa apapun. Mereka semua menghilang. Sangkuriang lelah dan putus asa. Dia tidak ingin mengecewakan ibunya sehingga ia membunuh Tumang. Dia tidak tahu bahwa Tumang adalah ayahnya. Di rumah ia memberi hati Tumang untuk ibunya.
Tapi DayangSumbi tahu bahwa itu adalah hati Tumang itu. Dia begitu marah karena dia tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia memukul Sangkuriang di kepalanya. Sangkuriang terluka. Ada bekas luka di kepalanya. Dia juga ditolak anaknya. Sangkuriang meninggalkan ibunya dalam kesedihan.
Bertahun-tahun berlalu dan Sangkuriang menjadi seorang pemuda yang kuat. Dia berjalan di mana-mana. Suatu hari ia tiba di desanya sendiri tapi dia tidak menyadari hal itu. Di sana ia bertemu DayangSumbi. Pada saat itu DayangSumbi diberi kecantikan abadi oleh Allah sehingga dia tinggal muda selamanya. Keduanya tidak saling mengenal. Sehingga mereka jatuh cinta dan kemudian mereka memutuskan untuk menikah.
Tapi kemudian diakui DayangSumbi bekas luka di kepala Sangkuriang nya. Dia tahu bahwa Sangkuriang adalah putranya. Itu tidak mungkin bagi mereka untuk menikah. Dia mengatakan dia tapi dia tidak percaya padanya. Dia berharap bahwa mereka segera menikah. Jadi DayangSumbi memberi kondisi yang sangat sulit. Dia ingin Sangkuriang untuk membangun sebuah danau dan perahu dalam satu malam! Dia bilang dia membutuhkan itu untuk berbulan madu.
Sangkuriang setuju. Dengan bantuan jin dan roh Sangkuriang mencoba untuk membangun mereka. Pada tengah malam ia selesai danau dengan membangun bendungan di sungai Citarum. Lalu ia mulai membangun perahu. Itu hampir fajar ketika ia hampir selesai. Sementara itu DayangSumbi terus mengawasi mereka. Dia sangat khawatir ketika dia tahu ini. Jadi dia membuat lampu di timur. Kemudian roh berpikir bahwa itu sudah fajar. Sudah waktunya bagi mereka untuk pergi. Mereka meninggalkan Sangkuriang sendiri. Tanpa bantuan mereka ia tidak bisa menyelesaikan perahu.

Sangkuriang sangat marah. Dia menendang perahu. Kemudian perahu ternyata Gunung Tangkubanperahu. Ini berarti perahu terbalik. Dari jauh terlihat seperti perahu terbalik